Alhamdulillah… (Akhirnya)

Uncategorized

Sepulang dari tugas kantor di luar kota selama satu minggu, saya tepar selama dua hari di rumah. Badan rasanya kaku, kepala lumayan berat, dan sejak seminggu sebelumnya saya mengalami flek-flek ringan seperti yang beberapa kali saya alami sebelum menstruasi tiba. Karena periode tak kunjung datang, iseng, saya minta suami yang saat itu sedang ada di rumah untuk membelikan test pack.

Suami ternyata tidak hanya membelikan 1, melainkan 3 test pack sekaligus, dengan bonus 10 strip fertitest untuk deteksi masa subur :p

Iseng, sore itu dengan kondisi masih teler, saya iseng mencoba 1 strip test packnya. Sebagai orang yang sudah punya jam terbang tinggi dalam hal uji menguji kehamilan seperti ini (meskipun semuanya berujung negatif), saya tidak terlalu berharap banyak dengan hasilnya. Sambil menggosok gigi, saya sempat melirik strip uji sekilas, dan hanya terbengong-bengong melihat garis merah di bagian paling bawah samar-samar menjadi tegas, setegas garis uji di atasnya. Sontak, saya ambil strip tersebut dan sambil memastikan bahwa saya tidak salah lihat, berlarilah saya menuju kamar menghampiri suami yang sedang istirahat. Dengan sedikit berteriak-teriak drama dan menahan tangis, saya menunjukkan hasil tes tersebut padanya.

tp

Akhirnya sore itu kami berpelukan dan tersenyum bahagia sambil tak henti-hentinya bersyukur karena Allah telah menjawab doa kami.

Dan sebelnya ucapan pertama yang disampaikan suami adalah, “yakin ga salah ambil testpack kan yang? Ga keliru fertitest?” :s

Tentu saja setelah akhirnya periksa ke dokter, dan pertama kali melihat kenampakan kantung kehamilan, rasanya air mata sudah nyaris tumpah dari pelupuk mata.

usg

Dan rasanya tak sabar merasakan pengalaman-pengalaman seru di masa kehamilan ini 🙂

Advertisements